Kamis, 21 Oktober 2010

pengendalian & ancaman2 terhadap SIA

TINJAUAN MENYELURUH KONSEP-KONSEP

PENGENDALIAN

Apakah definisi dari pengendalian internal itu ?

Pengendalian internal adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

• Pada tahun 1977, gelombang keterkejutan berkumandang di seluruh profesi akuntansi ketika kongres memasukkan bahasa dari standar AICPA ke dalam Foreign Corrupt Practices Act.

• Tujuan utama dari undang-undang ini adalah mencegah penyuapan atas para pejabat luar negeri untuk mendapatkan bisnis.

• Akan tetapi, pengaruh yang siknifikan dari undang-undang ini membutuhkan kerja sama untuk memelihara sistem pengendalian internal akuntansi yang baik.

• The Committee of Sponsoring Organizations (COSO) adalah kelompok sektor swasta yang terdiri dari 5 organisasi, antara lain :

• American Accounting Association

• American Institute of Certified Public Accountants

• Institute of Internal Auditors

• Institute of Management Accountants


Financial Executives Institute

• Pada tahun 1992, COSO mengeluarkan hasil penelitian untuk mengembangkan definisi pengendalian internal dan memberikan petunjuk untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal.

Laporan tersebut telah diterima secara luas sebagai ketentuan dalam pengendalian internal.

• Penelitian COSO mendefinisikan pengendalian internal sebagai proses yang diimplementasikan oleh dewan komisaris, pihak manajemen, dan mereka yang berada di bawah arahan keduanya, untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa tujuan pengendalian dicapai dengan pertimbangan hal-hal berikut :

– Efektifitas dan efisiensi operasional organisasi

– Keandalan pelaporan keuangan

– Kesesuaian dengan hukum dan peraturan yang berlaku

• Lima komponen model pengendalian internal COSO yang saling berhubungan :

– Lingkungan pengendalian

– Aktivitas pengendalian

– Penilaian resiko

– Informasi dan komunikasi

– Pengawasan (Monitoring)

1.Lingkungan Pengendalian :

• Komponen pertama dari model pengendalian internal COSO adalah : lingkungan pengendalian.

• Lingkungan pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini :

i. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika

ii. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi

iii. Struktur organisasional

iv. Badan audit dewan komisaris

v. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab

vi. Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia

vii. Pengaruh-pengaruh eksternal

2.Aktivitas Pengendalian :

• Komponen kedua dari model pengendalian internal COSO adalah kegiatan-kegiatan pengendalian.

• Secara umum, prosedur-prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini :

1. Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai

• Authorization is the empowerment management gives employees to perform activities and make decisions.

• Digital signature or fingerprint is a means of signing a document with a piece of data that cannot be forged.

• Specific authorization is the granting of authorization by management for certain activities or transactions.

2. Pemisahan tugas

i. Pengendalian internal yang baik mensyaratkan bahwa tidak ada pegawai yang diberi tanggung jawab terlalu banyak.

ii. Seorang pegawai seharusnya tidak berada dalam posisi untuk melakukan penipuan dan menyembunyikan penipuan atau kesalaha yang tidak disengaja.

3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai

a. Desain dan penggunaan catatan yang memadai membantu untuk memastikan pencatatan yang akurat dan lengkap atas seluruh data transaksi yang berkaitan.

b. Dokumen-dokumen yang mengawali sebuah transaksi harus memiliki ruang untuk otorisasi.

4. Penjagaan aset dan catatan yang memadai

Prosedur-prosedur berikut ini menjaga aset pencurian, penggunaan tanpa otorisasi, dan vandalisme:

Ø Mensupervisi dan memisahkan tugas secara efektif

Ø Memelihara catatan aset, termasuk informasi, secara akurat

Ø Membatasi akses secara fisik ke aset

Ø Melindungi catatan dan dokumen

Apakah yang dapat digunakan untuk mengamankan aset?

a. Mesin kas

b. Lemari besi, kotak uang

c. Kotak pengaman simpanan

d. Area penyimpanan tahan api

e. Mengendalikan lingkungan

f. Pembatasan akses ke ruang komputer, file komputer, dan informasi

5. Pemeriksaan independen atas kinerja

• Pemeriksaan internal untuk memastikan bahwa seluruh transaksi diproses secara akurat adalah elemen pengendalian lainnya yang penting.

• Berbagai jenis pemeriksaan independen adalah:

a. Rekonsiliasi dua rangkaian catatan yang dipelihara secara terpisah

b. Perbandingan jumlah aktual dengan yang dicatat

c. Pembukuan berpasangan

d. Jumlah total batch

· Terdapat lima jumlah total batch yang dipergunakan dalam sistem komputer, yaitu :

Ø Jumlah total keuangan.

Ø Jumlah total lain-lain adalah jumlah field yang biasanya tidak ditambahkan.

Ø Jumlah catatan adalah jumlah dokumen yang diproses.

Ø Jumlah baris adalah jumlah baris data yang dimasukkan.

Ø Uji kesesuaian baris dan kolom. Banyak lembar kerja yang memiliki jumlah total baris dan kolom. Uji ini akan membandingkan jumlah total dari setiap jumlah dalam baris, dengan jumlah total dari setiap jumlah dalam kolom, untuk memeriksa apakah jumlah mereka sama.

3.Penilaian Resiko

• Komponen ketiga dari model pengendalian internal COSO adalah Penilaian resiko.

• Perusahaan menghadapi jenis-jenis ancaman berikut ini :

– strategis — melakukan hal yang salah

– Operasional ── melakukan hal yang benar, tetapi dengan cara yang salah

– Keuangan — adanya kerugian sumber daya keuangan, pemborosan, pencurian atau pembuatan kewajiban yang tidak tepat

– informasi — menerima informasi yang salah atau tidak relevan, sistem yang tidak andal, dan laporan yang tidak benar atau menyesatkan

• Perusahaan yang menerapkan sistem EDI harus mengidentifikasi ancaman-ancaman yang akan dihadapi oleh sistem tersebut, taitu :

– Pemilihan teknologi yang tidak sesuai

– Akses sistem yang tidak diotorisasi

– Penyadapan transmisi data

– Hilangnya integritas data

– Transaksi yang tidak lengkap

– Kegagalan sistem

– Sistem yang tidak kompatibel

Beberapa ancaman menunjukkan resiko yang lebih besar karena probabilitas kemunculannya lebih besar, misalnya :

  • Perusahaan lebih mungkin menjadi korban penipuan komputer daripada serangan teroris
  • Resiko dan penyingkapan harus diperhitungkan bersama-sama

Perkiraan Biaya dan Manfaat

• Tidak ada sistem pengendalian internal yang dapat menyediakan perlindungan anti penipuan terhadap seluruh ancaman dalam pengendalian internal.

• Biaya atas sistem anti penipuan akan menjadi halangan.

• Salah satu cara untuk menghitung manfaat melibatkan perkiraan kerugian ( expected loss).

• Manfaat dari sebuah prosedur pengendalian internal adalah berbeda antara perkiraan kerugian dengan prosedur pengendalian dan tanpa perkiraan kerugian tersebut.

Perkiraan kerugian = resiko × penyingkapan

4.Informasi dan Komunikasi

• Akuntan harus memahami berikut ini :

ü Bagaimana transaksi diawali

ü Bagaimana data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin atau data diubah dari dokumen sumber ke bentuk yang dapat dibaca oleh mesin

ü Bagaimana file komputer diakses dan diperbarui

ü Bagaimana data diproses untuk mempersiapkan sebuah informasi

ü Bagaimana informasi dilaporkan

· Hal-hal tersebut membuat sistem dapat melakukan jejak audit (audit trail).

· Jejak audit muncul ketika transaksi suatu perusahaan dapat dilacak di sepanjang sistem mulai dari asalnya sampai tujuan akhirnya pada laporan keuangan.

5.Mengawasi Kinerja

• Komponen kelima dari model pengendalian internal COSO adalah pengawasan.

• Metode utama untuk mengawasi kinerja mencakup :

– Supervisi yang efektif

– Pelaporan yang bertanggungjawab

Audit internal

ANCAMAN-ANCAMAN ATAS SIA

• Salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti :

Ø Kebakaran atau panas yang berlebihan

Ø Banjir, gempa bumi

Ø Badai angin, dan perang

· Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :

o Kegagalan hardware

o Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.

o Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.

· Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti

§ Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia

§ Kesalahan tidak disengaja karen teledor

§ Kehilangan atau salah meletakkan

§ Kesalahan logika

§ Sistem yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan

· Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti :

* sabotase

* Penipuan komputer

* Penggelapan

Mengapa ancaman-ancaman SIA meningkat?

• Peningkatan jumlah sistem klien/server memiliki arti bahwa informasi tersedia bagi para pekerja yang tidak baik.

• Oleh karena LAN dan sistem klien/server mendistribusikan data ke banyak pemakai, mereka lebih sulit dikendalikan daripada sistem komputer utama yang terpusat.

• WAN memberikan pelanggan dan pemasok akses ke sistem dan data mereka satu sama lain, yang menimbulkan kekhawatiran dalam hal kerahasiaan.



Rabu, 13 Oktober 2010

tugas E-BUSINESS


PENDAHULUAN E-BUSINESS

E-business untuk merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam teknologi informasi, khususnya teknologi jaringan dan komunikasi, untuk meningkatkan cara organisasi melakukan seluruh proses bisnisnya.

• Tetapi juga termasuk penggunaan teknologi informasi untuk mendesain kembali proses internalnya.

• Bagi organisasi dalam berbagai industri, ikut serta dalam e-business bukan lagi merupakan pilihan, tetapi suatu kebutuhan.

• Ikut serta dalam e-business sendiri tidak memberikan keunggulan kompetitif.

• Tetapi dapat menjadi demikian jika organisasi mempergunakannya untuk secara lebih efektif mengimplementasikan strategi dasar mereka dan meningkatkan efektivitas serta efisiensi aktivitas-aktivitas rantai nilainya.

Model-Model E-Business :

• B2C (Business to Consumers): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi.

• B2B (Business to Business): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi)

Kategori-Kategori E-Business :


Jenis E-Business

Karakteristik

B2C (Business to Consumers

• Antara organisasi dengan perorangan

• Nilai uang yang dilibatkan lebih kecil

• Transaksi tidak sering terjadi

• Secara relatif sederhana

B2B (Business to Business):

B2G (Business to government):

B2E (Business to education):

• Antar organisasi

• Nilai uang yang dilibatkan lebih besar

• Hubungan yang kuat dan berkelanjutan

• Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan

• Lebih kompleks

Pengaruh-pengaruh E-Business atas proses Bisnis :

• Electronic Data Interchange (EDI): adalah protokol Standar, ada sejak era tahun 1970, untuk secara elektronik mentransfer (mengirimkan) informasi antar organisasi serta dalam berbagai proses bisnis.

• EDI:

– Meningkatkan tingkat akurasi

– Mengurangi biaya

Recent EDI Facilitators :

• ebXML:

– Standar untuk mengkodekan dokumen umum perusahaan seperti faktur penjualan, pengiriman uang, dan pesanan pembelian.

– Meniadakan kebutuhan atas software khusus untuk menerjemahkan dokumen yang dibuat oleh perusahaan yang berbeda.

• Tradisi EDI adalah mahal. Dua perkembangan baru telah menyingkairkan halangan biaya ini, yaitu:

• Internet meniadakan kebutuhan atas pemakaian jaringan khusus milik pihak ketiga untuk mentransmisikan pesan EDI.

XML:singkatan dari Extensible Markup Language – adalah satu set standar yang menetapkan isi suatu data dalam webpage.

Electronic Data Interchange (EDI) yang terintegrasi :

Pengaruh E-Business Atas Aktivitas-aktivitas Rantai Nilai :

Rantai Nilai –

Aktivitas Utama

Peluang

E-Business

• Logistik lingkar dalam

• Akuisisiproduk yang dapat digitalkan

• Pengurangan persediaan penyangga

• Operasi

• Produksi yang lebih cepat, lebih akurat

• Logistik lingkar luar

• Distribusi produk yang dapat digitalkan

• Pelacakan status berkelanjutan

• Penjualan dan pemasaran

• Peningkatan pelayanan ke pelanggan

• Pengurangan biaya iklan

• Periklanan dengan lebih efektig

• Pelayanan dan dukungan purna jual

• Mengurangi biaya

• Ketersediaan pelayanan 24/7



Rantai Nilai –

Aktivitas Pendukung

Peluang

E-Business

• Pembelian

• Sumber daya manusia

• Infrastruktur

• Identifikasi sumber dan lelang terbalik

• Pelayanan mandiri karyawan

• EFT, FEDI, Pembayaran elektronik lainnya

Pembelian dan Logistik Lingkar Dalam :

• Internet meningkatkan aktivitas pembelian dengan cara mempermudah perusahaan mengidentifikasi para calon pemasok yang potensial dan membandingkan harga.

– Data mengenai pembelian yang dilakukan sub unit organisasi yang berbeda dapat disentralisasi.

• Informasi ini dapat digunakan untuk negosiasi yang lebih baik mengenai harga.

• Nomor para pemasok dapat dikurangi.

• Lelang terbalik dapat di dilakukan (held)

– Untuk produk-produk yang dapat digitalkan, seperti buku, CD, software dan informasi, seluruh fungsi logistik lingkar dalam dapat dilakukan secara elektronik.

Logistik Lingkar Luar :

• E-Business juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas aktivitas logistik lingkar luar penjual.

– Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman

– Mengoptimalkan jumlah persediaan

– Dalam hal barang-barang atau pelayanan yang dapat digitalkan, fungsi logistik lingkar luar dapat dilaksanakan secara elektronik.

Faktor-faktor keberhasilan E-Business :

• Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.

• Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.

• Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu :

– Validitas, Integritas, dan Privasi.