Jumat, 08 Januari 2010

tugas ke VI

Menurut saya belajar SIM itu melatih mahasiswa untuk belajar mandiri dan tidak bergantung teruz sama dosen dan membuat kita lebih tahu tntang internet karena pada mat kuliah SIM ini kita di ajarkan membuat BLOG,mengirim tulisan ke BLOG,poko nya inti na itu kita jadi tahu apa itu blog n apa gunanya blog..

Saya jg mngucapkan bnyak terima kasih kepada ibu betty yudha yg sudah mau.sabar dan tabah dalam mengajarkan matkul sim pada 2db06.

Di bawah ini adalah kesimpulan saya tentang tugas-tugas SIM :

*Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Kegunaan / Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.

Sehingga SIM adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa kegunaan/fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.
8. Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
9. Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi.
10. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
11. SIM untuk Pendukung Pengambilan Keputusan

Sistem informasi manajemen memiliki karaktetistik sebagai berikut:

a. SIM tidak mencatat data ke dalam basis data, karena hal ini sudah dilakukan oleh SPT. SIM hanya mengambil atau membaca data dari basis data.

b. SIM banyak mengolah informasi menjadi informasi baru dengan pengolahan informasi. Dalarn beberapa hal, pengolahan informasi bisa saja menjadi satu proses dengan pengolahan data yang ada pada SPT.

c. Informasi dihasilkan melalui berbagai media, baik softeopy (melalui tampilan lay'ar, suara, atau tanda tanda tertentu. n lisalnya alarm) maupun hardcopy (dalam bentuk cetakan). Informasi tercetak diperlukan untuk informasi yang bersifat jangka panjang dan memerlukan analisis, misaInya laporan keuangan atau laporan penjualan. Sedang laporan soficopy diperlukan untuk informasi yang relatif sederhana dan ddak mernerlukan anahsis dalarn waktu lama, misaInya informasi saldo rekening bank dan status kiriman paket.

d. Informasi yang dihasilkan diperlukan untuk membuat keputusan terstruktur dan keputusan semi terstruktur. Keputusan semi terstruktur adalah keputus¬an yang harus diambil karena timbul masalah yang jelas tetapi jalan keluarnya ada yang bersifat jelas dan ada yang tidak jelas. Masalah yang jelas contohnya adalah habisnya barang dagangan di gudang. jalan keluarnya yang jelas ada¬lah harus membeh lagi. jalan kehiar yang tidak jelas ada beberapa, rnisaInya harus membeli kepada pemasok yang mana, berapa banyak kuantitas yang harus dibeli, tunai atau. kredit, kapan dibayar, dan seterusnya.
e. SIM banyak digunakan olch para manajer madya, dengan tujuan untuk mengendalikan kegiatan perusahaan agar dapat mencapai tujuan clan sasaran yang telah ditetapkan oleh manajer puncak.

f. Data yang diolah melibatkan data masa Ialu dan data yang baru. Data masa yang akan datang Gebih sering disebut sebagai data untuk analisis) akan banyak diolah olch sistem pendukung keputusan dan sistem pakar.

g. SIM memerlukan waktu relatif lama untuk membangunnya, karena sistem ini tidak tergolong ke dalarn sistem yang sangat dibutuhkan olch manajemen. Manajemen perusahian biasanya mendahulukan SPT, karena digunakat~ untuk mencatat data kegiatan perusahaan. Apabila dimungkinkan, mmaannaajje, men menginginkan membangun SPT clan SIM secara bersarnaan.

Contoh. Sistern informasi akuntansi Auah perusahaan biasanya mdipufi SPT dan sekaligus SM Bagian SPT melipufi pencatatan transaksi dan pelaporan baku, misainya laporan daftar harga baran& laporan pen~a6n berkala, laporan rugi laba, dan neraca. Karakterisfik SIM ditandai dengan dised**,' kannya fasilitas untuk menghasilkan berbagai laporan yang dapat dirancang olch pemakainya. laporan analisis urnur piutang, yang rnenarnpilkan tagiban kepada masing masing pelanggan dan masa jatuh ternponya. Contoh informasi lain adalah laporan realisasi dibandingkan dengan anggaran.

Contob. Sistern informasi fungsional di dalarn perusahaan, biasanya dapat digolongkan ke dalm SIM. Sebagai contoh, sistein informasi produksi, sistem infornusi pernasaran, sistern informasi pc" nalia, dan sistern infornasi akfiva.

Sistem informasi manajemen tidak dapat berdifi sendiri, karena memerlukan input dari sistem lain (yaitu SM) clan menghasifican informasi bagi sistern yang lain. Hubungan antara SIM dengan sistern sistern informasi yang lain dapat dihhat pada gambar berikut.

Masing masing sistern informasi yang berhubungan dengan SI9 mempunyai tugas pokok sebagai berikut. Di tiap perusahaan tugas ini dapat saja berbeda.

Berbagai sistem informasi yang diuraikan pada tabel di atas, sistem informasi manajemen Memiliki kaitan'yaiig sangat erat. Basis data yang diguna
kan oleh masing inasing sistem tersebut saling terkait. Sebagai contoh, SIM
dapat menghasilkan informasi: karyawan mana saja (data pokoknya ada di sistem
inforinasi personalia) yang menghasilkan penjualan tertinggi (data pokoknya ada di sistem infomiasi Pemasaran). schingga dapat diketahui berapa laba yang diperoleh dari masing masing penjualan tersebut (data sistem informasi produksi).

web about

1.1 Rekayasa Web (Web Engineering)

Dalam jangka waktu yang relatif singkat, Internet dan World Wide Web (biasa disebut dengan web) telah berkembang dengan sangat pesat sehingga dapat melampaui kecepatan perkembangan teknologi lainnya di dunia. Internet dan web juga berkembang pesat dalam hal jangkauan dan luas bidang kegunaan yang secara nyata mempengaruhi beberapa aspek kehidupan. Industri, seperti manufaktur, biro perjalanan, rumah sakit, perbankan, pendidikan dan pemerintahan menggunakan web untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka.
Saat ini banyak diantara kita bergantung pada sistem dan aplikasi yang menggunakan antarmuka web yang harus berjalan dengan baik dan terpercaya. Oleh karena itu para pengembang web membutuhkan suatu metoda, suatu bidang keilmuan dan proses yang dapat diduplikasi, alat-alat pengembang web yang baik dan panduan-panduan dalam proses pengembangan web yang baik.
Web engineering (rekayasa web) adalah suatu proses yang digunakan untuk menciptakan suatu sistem aplikasi berbasis web dengan menggunakan ilmu rekayasa, prinsip-prinsip manajemen dan pendekatan sistematis sehingga dapat diperoleh sistem dan aplikasi web dengan kualitas tinggi. Tujuannya untuk mengendalikan pengembangan, minimalisasi resiko dan meningkatkan kualitas sistem berbasis web. [2]

1.1.1 Kualitas Sistem dan Aplikasi berbasis Web
Ada beberapa parameter yang dapat digunakan untuk mengukur aplikasi berbasis web.

Gambar II 1 Parameter Kualitas Aplikasi pada Sistem Berbasis Web

1.1.2 Alur Kerja Rekayasa Web

Bertolak belakang dengan persepsi dari beberapa pengembang perangkat lunak dan ahli-ahli dalam bidang rekayasa perangkat lunak (software engineering professional), rekayasa web tidaklah sama dengan rekayasa perangkat lunak walaupun keduanya melibatkan pemrograman dan pengembangan perangkat lunak.
Walaupun rekayasa web banyak mengadopsi prinsip-prinsip rekayasa perangkat lunak, rekayasa web memiliki banyak pendekatan, metoda, alat bantu, teknik dan panduan yang memenuhi persyaratan pembuatan sistem berbasis web.
Pengembangan sistem berbasis web berbeda dengan pengembangan perangkat lunak konvensional, dimana pengembangan sistem berbasis web lebih banyak menghadapi tantangan. Pengembangan web adalah gabungan dari print publishing dan pengambangan perangkat lunak, diantara marketing dan perhitungan dan diantara seni dan teknologi.
Alternatif model dari rekayasa web adalah sebagai berikut :

Gambar II 2 Alur Kerja Rekayasa Web
1.1.2.1 Formulasi (formulation)
Kegiatan yang berfungsi untuk merumuskan tujuan dan ukuran dari aplikasi berbasis web serta menentukan batasannya sistem.
Tujuan yang ingin dicapai bisa dibedakan menjadi dua kategori, yaitu :
1. Tujuan yang bersifat informatif
Menyediakan suatu informasi tertentu kepada pengguna, berupa teks, grafik, audio, dan video.
2. Tujuan yang bersifat fungsional
Kemampuan untuk melakukan suatu fungsi yang dibutuhkan pengguna, misal dengan menggunakan aplikasi tersebut seorang dosen dapat memperoleh nilai akhir dan statistik nilai mahasiswa dari data-data ujian, tugas, kuis yang ia input ke dalam aplikasi.

1.1.2.2 Perencanaan (planning)
Kegiatan yang digunakan untuk menghitung estimasi biaya proyek pembuatan aplikasi berbasis web ini, estimasi jumlah pengembang, estimasi waktu pengembangan, evaluasi resiko pengembangan proyek, dan mendefinisikan jadwal pengembangan untuk versi selanjutnya (jika diperlukan).

1.1.2.3 Analisis (analysis)
Kegiatan untuk menentukan persyaratan � persyaratan teknik dan mengidentifikasi informasi yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web. Analisis yang digunakan pada rekayasa web dilakukan dari empat sisi, yaitu :
1. Analisis isi informasi
Mengidentifikasi isi yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web ini. Isi informasi dapat berupa teks, grafik, audio, maupun video.
2. Analisis interaksi
Analisis yang menunjukkan hubungan antara web dengan pengguna.
3. Analisis fungsional
Analisis tentang proses bagaimana aplikasi berbasis web ini akan menampilkan informasi kepada pengguna.
4. Analisis konfigurasi
Konfigurasi yang digunakan pada aplikasi berbasis web, internet, intranet, atau extranet. Selain itu, analisis ini juga meliputi relasi database dengan web jika diperlukan.

1.1.2.4 Rekayasa (engineering)
Terdapat dua pekerjaan yang dilakukan secara paralel, yaitu desain isi informasi dan desain arsitektur web.

1.1.2.5 Implementasi (page generation) & pengujian (testing)
Suatu kegiatan untuk mewujudkan desain menjadi suatu web site. Teknologi yang digunakan tergantung dengan kebutuhan yang telah dirumuskan pada tahap analisis.
Pengujian dilakukan setelah implementasi selesai dilaksanakan. Pengujian meliputi beberapa parameter yang akan menentukan standar aplikasi berbasis web yang telah dibuat. Tahap pengujian adalah suatu proses untuk menguji aplikasi berbasis web yang telah selesai dibuat. Hal ini bertujuan untuk menemukan kesalahan dan kemudian memperbaikinya. Pengembang suatu aplikasi berbasis web mendapat tantangan besar untuk melakukan pengujian karena karakter aplikasi ini yang beroperasi pada jaringan dengan berbagai macam pengguna, berbagai macam sistem operasi, perangkat keras, browser, protokol komunikasi, dll.
Ada beberapa pendekatan yang digunakan untuk melakukan pengujian, yaitu :
1. Pengujian fungsional dan operasional (fungsional and operational testing)
Bertujuan untuk menguji masukan dan keluaran dari aplikasi ini.
Hasil keluaran aplikasi bergantung dari teknologi yang digunakan, baik itu bahasa pemrograman maupun bahasa skrip yang digunakan.
Untuk menguji code HTML dan CSS yang digunakan dapat menggunakan alat bantu W3C HTML Validation Service di http://validator.w3.org/ dan W3C CSS Validation Service di http://jigsaw.w3.org/css-validator/
2. Pengujian navigasi (navigation testing)
Hal ini digunakan untuk melihat kesesuaian antara desain navigasi dengan navigasi yang ada di aplikasi. Navigasi berhubungan dengan link-link yang terdapat didalam aplikasi.
Untuk menguji link dapat digunakan alat bantu W3C Link Checker Service di http://validator.w3.org/checklink
3. Pengujian konfigurasi (configuration testing)
Pengujian ini dilakukan pada sistem operasi, browser, sistem perangkat keras dan perangkat lunak pendukung. Pengujian ini dilakukan untuk menentukan batas toleransi kebutuhan aplikasi akan perangkat lunak dan perangkat keras pendukungnya.
4. Pengujian keamanan dan performansi (security and performance testing)
Pengujian ini dilakukan untuk melihat tingkat keamanan aplikasi dengan cara menguji aspek-aspek yang dapat menimbulkan gangguan keamanan aplikasi maupun server. Keamanan aplikasi sangat bergantung pada teknologi pengembangan website, konfigurasi server yang digunakan dan kelakuan sistem. Pengujian performansi dapat dilakukan bersamaan dengan pengujian keamanan aplikasi, karena keamanan aplikasi berbasis web juga tergantung dari performansi server dan aplikasi tersebut.

1.1.2.6 Evaluasi oleh konsumen (customer evaluation)
Suatu kegiatan akhir dari siklus proses rekayasa web, akan menentukan apakah web yang telah selesai dibuat tersebut sesuai dengan yang mereka inginkan. Apabila aplikasi berbasis web ini belum sesuai dengan kehendak mereka, maka proses rekayasa web akan terus dilakukan dan dimulai lagi dari tahap formulasi untuk versi berikutnya.

Rabu, 06 Januari 2010

sms soo sweet

aku tidak pernah bosen untuk menyintaimu..aku tidak pernah bosen untuk mengingatmu…aku juga tidak pernah bosen untuk mengatakan sayangku padamu…,kasih aku ingin semua yang ada diantara kita berjalan dengan indah seindah cerita kita dlm hari-hari kemarin…akun ingin cerita kita berjalan sepanjang waktu seperti hari-hari yang kita lalu,semoga selamanya abadi….

kuis e-learning konvulsi

konvulsi adlah suatu istilah untuk perbaikan kualitas citra,menaghaluskan,menghilangkan derau dan untuk penajaman tepi sebuah gmbar dengan menngunakan rumus-rumus prhitungan tertentu..

Kamis, 31 Desember 2009

Menghilangkan jerawat dengan cara alami.

Jerawat...jerawat...oh jerawat, si kecil dan berwarna merah yang sangat dihindari oleh banyak orang ini (cewek cantik dan cowok ganteng), baik yang remaja ataupun yang tua. Sebenarnya secara medis jerawat bukanlah suatu yang berbahaya, tapi adalah salah satu penyakit yang sangat ditakuti. Apa efek buruk dari jerawat ini ? -Jalan sering menunduk, karena wajah penuh jerawat. -Sulit dapat pacar dan ga mau dengerin tips cinta dari teman(bahaya nih!!!). -Sering bolos dari sekolah karena malu dengan jerawat yang baru muncul.



Ada cara alami untuk menghilangkan jerawat. Yaitu dengan cara menggunakan manfaat yang terkandung dari bahan-bahan alami. Mau tahu rahasia alaminya?.

Silahkan baca di bawah ini untuk menghilangkan jerawat dengan cara alami, dan dijamin kamu tidak minder lagi dan mudah dapat pacar...


Buah-buahan dan sayuran serta ramuan di bawah ini bisa kamu gunakan untuk menghilangkan jerawat pada wajah kamu, manfaatnya bukan hanya untuk menghilangkan jerawat saja, tapi akan membuat wajah akan terlihat lebih segar. Yaitu :

1. Jeruk nipis

Campur 1 sendok makan air jeruk nipis dengan setengah sendok makan belerang lalu oleskan pada bagian wajah yang berjerawat.

2. Apel

Blender setengah buah apel dengan beberapa tangkai seledri lalu olehkan pada bagian jerawat. Diamkan hingga mengering, kemudia bilas wajah hingga bersih.

3. Kentang

Bersihkan dan haluskan kentang mentah secukupnya, lalu oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit kemudian bilas bersih.

4. Madu

Oleskan madu pada bagian jerawat, dan diamkan selama 1 malam. Dengan tujuan agar meresap ke dalam pori-pori kulit.

5. Mentimun

Blender mentimun lalu oleskan pada wajah. Diamkan selama 30 menit. Jika sudah kering basuh hingga bersih.

6. Tomat

Siapkan tomat merah menjelang tidur, kemudian potong-potong dan oleskan pada wajah. Biarkan cairan dari tomat tadi mengering. Bersihkan cairan tadi esok pagi. Lakukan hal ini secara rutin, agar memperoleh hasil yang maksimal.


Enam ramuan di atas semoga bisa membantu kamu dalam menghilangkan jerawat. Dan akhirnya kamu tidak minder lagi.

Read more: http://www.anekatips.info/2009/07/menghilangkan-jerawat-dengan-cara-alami.html#ixzz0bEzhyjQN

sejarah bahasa indonesia

sejarah bahasa indonesia
Bahasa Indonesia dikembangkan dari salah satu dialek bahasa Melayu yang telah digunakan sebagai lingua franca untuk kepulauan Indonesia selama berabad-abad. Bahasa Melayu merupakan bahasa Austronesia atau Melayu-Polinesia.
Bahasa perdagangan
Penyebutan pertama istilah "Bahasa Melayu" terjadi pada periode 683-686 M. Sebutan ini dapat dilihat di Musium Jakarta pada terjemahan inskripsi yang ditemukan di Palembang dan Bangka.
Inskripsi ini ditulis dengan huruf Sansekerta atas perintah Raja Sriwijaya. Kerajaan maritim yang berkembang pesat. Pada masa itu, daerah perdagangan Selat Melaka, yang merupakan pintu antara China dan India, sudah terbentuk sebuah bahasa yang serupa dengan Bahasa Melayu.
Kebanyakan perbendaharaan bahasa Melayu ini berhubungan dengan perdagangan dan tatabahasanya serupa dengan "Melayu Pasar". Dari sinilah kemudian Bahasa Melayu digunakan.
Melayu Klasik
Dari era Melayu Kuno, muncullah era Melayu Klasik. Dokumentasi yang ada tidak dapat menjelaskan dengan terperinci hubungan antara keduanya. Namun yang pasti, bahasa Melayu kuno berasal dari perpaduan kebudayaan Buddha serta Melayu klasik, dan akhirnya menjadi bahasa yang digunakan dalam kebudayaan Islam.
Seiring dengan perkembangan agama Islam yang bermula dari Aceh pada abad ke-14, bahasa Melayu klasik lebih berkembang dan mendominasi sehingga tahap kenyataan "Masuk Melayu" berarti "masuk agama Islam".
Bahasa Indonesia
Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca. Pada waktu itu, belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Biasanya, bahasa daerah masih digunakan (yang jumlahnya bisa mencapai sebanyak 3600).
Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda, yaitu pada 28 Oktober 1928. Pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, penggunaan Bahasa Indonesia telah digunakan sebagai bahasa negara Indonesia selepas kemerdekaan. Soekarno tidak memilih Bahasa Jawa, yaitu bahasanya sendiri yang sebenarnya juga merupakan bahasa mayoritas pada saat itu. Beliau memilih Bahasa Indonesia (bahasa melayu yang diedit) yang didasarkan dari Bahasa Melayu yang digunakan di Riau.
Bahasa Melayu Riau dijadikan sebagai bahasa persatuan Republik Indonesia dengan beberapa pertimbangan:
Apabila Bahasa Jawa digunakan, suku suku/puak puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh Jawa, yang merupakan suku mayoritas Republik Indonesia. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan bahasa melayu. Ada bahasa halus, biasa, dan kasar, yang mana dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat. Bila kurang memahami budaya Jawa, dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar.
Bahasa Melayu Riau yang dipilih, dan bukan misalnya Bahasa Melayu Pontianak, atau Banjarmasin, atau Samarinda, ataupun Kutai, dengan pertimbangan pertama suku / puak Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka yang terakhirpun lari ke Riau setelah Malaka direbut Portugis. Kedua, sebagai lingua franca, Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Cina Hokkien, Tio Ciu, Ke, ataupun dari bahasa lainnya.
Penggunaan bahasa melayu tidak hanya terbatas di Republik Indonesia. Di tahun 1945, pengguna bahasa melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Malaysia, Brunei, dan Singapura masih dijajah Inggris. Pada saat itu, dengan menggunakan bahasa melayu sebagai bahasa persatuan, diharapkan di negara negara kawasan seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian disempurnakan lagi dengan tatabahasa, dan kamus tata bahasa juga diciptakan. Hal ini dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang.
Sumber: http://maigo.sfc.keio.ac.jp/id/bahasa_indonesia.html

Perseteruan Abadi Israel v Palestina demi Historical Right

Perseteruan Abadi Israel v Palestina demi Historical Right
Kepahitan Sejarah Telah 35 Abad
Sejarah mencatat, tak ada perseteruan dan permusuhan yang sedemikian lama
''seabadi'' kasus Israel-Palestina, musuh bebuyutan sejak abad 14 SM sampai
sekarang abad 21 M. Tak kurang dari 35 abad perseteruan itu belum juga
menemukan jalan damai yang diimpikan.
Bandingkan dengan perang dingin Rusia v Amerika, yang tak lebih satu abad
telah berakhir dengan pecahnya Rusia pasca glasnost dan perestroika. Perang
ideologi besar dunia komunis versus kapitalis juga telah berakhir dengan
ambruknya masing-masing ideologi. Komunisme telah luruh menjadi
neo-komunisme sejak RRC menjadi negara yang membuka modal kapitalis.
Sebaliknya, kapitalis juga ambruk seiring runtuhnya ekonomi dunia yang
episentrumnya ada di Amerika. Dan kini sedang berproses mencari model baru
kapitalisme (neo-kapitalisme).

Ringkasan Sejarah dan Ibrah
Bani Israil adalah golongan keturunan Nabi Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim as,
juga dikenal dengan nama Yahudi. Sejarah Bani Israil bermula ketika Nabi
Ibrahim mengembara bersama pengikutnya menyeberangi Sungai Eufrat menuju
Kan'an (kini Palestina). Ibrahim mempunyai dua orang istri. Dari istri
mudanya, Siti Hajar, dia dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Dari istri
tuanya, Siti Sarah, dia dikaruniai seorang anak bernama Ishaq.
Sewaktu wafat, Ibrahim meninggalkan putranya yang kedua, Ishaq, di Kan'an
dan putanya yang pertama, Ismail, di Hedzjaz (kini menjadi wilayah barat
kerajaan Arab Saudi, yaitu Makkah, Madinah, Taif, dan Jeddah).
Konon, pengasingan dua anak yang berjauhan itu akibat perseteruan dua istri
Ibrahim -Sarah dan Hajar- yang tidak akur. Dari sinikah awal perseteruan
Israel-Palestina tersebut dimulai? Wallahu a'lam, karena ada yang bergumam,
seandainya Ibrahim tidak beristri dua, niscaya dunia tidak seperti ini.

Ismail akhirnya menjadi bapak bagi sejumlah besar suku bangsa Arab, garis
keturunannya hingga nabi terakhir Muhammad saw. Ishaq mempunyai dua anak, yakni Isu dan Ya'qub, yang disebut terakhir dikenal juga sebagai Israel dan darinyalah berasal keturunan Bani Israil.
Ya'qub mempunyai dua istri. Dari keduanya, dia dikaruniai 12 orang anak.
Yakni, Raubin, Syam'un, Lawi, Yahuza (asal kata "Yahudi"), Yassakir,
Zabulun, Yusuf as, Benyamin, Fad, Asyir, Dan, dan Naftah. Dari 12 putranya
itulah kemudian keturunannya berkembang.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama, orang-orang Israel sudah menjadi satu
suku besar dan berpengaruh, mengembara ke berbagai daerah. Akhirnya, melalui pantai timur Laut Tengah, mereka sampai ke Mesir (ketika keluarga Ya'qub menemui Yusuf as yang telah menjadi orang kepercayaan Firaun di Mesir).
Di balik kisah keluarga Ya'qub, kebiadaban dan kelicikan anak-anak Ya'qub
(baca: Bani Israil) sudah terbaca saat mereka tega memasukkan Yusuf as ke
sumur tua karena iri hati lantaran Yusuf lebih disayangi ayahnya. Liciknya,
mereka tega menyusun skenario alibi bahwa Yusuf dimakan serigala (dikisahkan
dalam QS Yusuf).
Selama 100 tahun di Mesir, Bani Israil hidup dalam suasana aman dan makmur,
tetapi berikutnya adalah masa-masa pahit karena penderitaan kerja paksa di
Piton. Kemudian, Nabi Musa (cucu Ya'qub keturunan dari Lawi) membawa kaumnya kembali ke Palestina. Usaha Nabi Musa as untuk membawa Bani Israil masuk Palestina tidak berhasil karena umatnya membangkang hingga nabi wafat.
Akhirnya diteruskan oleh sahabatnya Yusa bin Nun. Dia membawa mereka
memasuki Palestina melalui Sungai Yordan memasuki Kota Ariha dengan membunuh seluruh penduduknya. Dengan peristiwa itu, mulailah zaman pemerintahan Bani Israil atas tanah Palestina dan mereka berhasil membentuk suatu umat dari berbagai suku bangsa.
Kehidupan Bani Israil di Palestina itu dapat dibagi dalam tiga zaman.
Pertama, zaman pemerintahan hakim-hakim (lebih kurang empat abad). Pada
zaman tersebut, mereka mulai berubah dari cara hidup musafir kepada cara
hidup menetap.
Kedua, zaman pemerintahan raja-raja (sekitar 1028-933 SM). Pada masa itulah, tepatnya pada masa pemerintahan Nabi Daud as, Bani Israil memasuki masa jaya di Palestina.
Ketiga, zaman perpecahan dan hilangnya kekuasaan Bani Israil. Setelah
meninggalnya Nabi Sulaiman as kira-kira 935 SM, dia digantikan putranya,
Rahub'am, tetapi keluarga Israil yang lain mengangkat saudara Rahub'am,
yaitu Yarub'am. Dari sini mulailah Bani Israil memasuki masa perpecahan.
Sementara itu, Kerajaan Mesir di selatan kembali jaya, demikian pula Suriah
di utara. Keadaan tersebut menyebabkan wilayah Israil di Palestina bagai
wilayah kecil yang terjepit celah-celah dua rahang mulut musuh yang
menganga. Menjelang tahun 721 SM, kerajaan Israil lenyap dihancurkan oleh
tentara Asyur (kini Iraq).
Dengan demikian, Bani Israil hanya sempat hidup menetap selama periode
1473-586 SM. Setelah itu, mereka berpencar kembali ke berbagai negara,
seperti Mesir dan Iraq.
Kehancuran Israel lebih tragis lagi saat pasukan Romawi menaklukkan
Palestina dan menduduki Baitulmaqdis. Panglima Titus Flavius Vespasianus
sempat memusnahkan Jerusalem karena terjadi pemberontakan Yahudi di situ.
Akhirnya, Bani Israil berhasil menyelamatkan diri lari ke berbagai negara,
seperti Mesir, Afrika Utara, dan Eropa. Dengan ini, mulailah babak baru
pengembaraan Bani Israil ke seluruh penjuru dunia.
Yahudi Tak Bisa Hidup Berdamai
Ketika Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, dia telah menemukan orang-orang Israil sebagai suatu komunitas penting di sana. Maka, sebagai penghargaan terhadap mereka, Nabi Muhammad SAW menyusun Piagam Madinah yang mengatur hidup berdampingan secara damai antara umat Islam dan umat lain, termasuk umat Yahudi.
Namun, kemudian umat Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut, sehingga
Alquran mengutuk mereka secara terus-menerus sebagai orang yang mengkhianati janji dan mereka diusir dari Madinah.
Diakui Bani Israel memang diberi kelebihan Tuhan berupa otak yang cerdas,
tetapi angkuh, sombong, dan rasis. Justru karena keangkuhan dan arogansinya
itulah, mereka (Bani Israel) dikenal sebagai umat ngeyel, pembangkang (QS Al
Baqarah). Meski kepadanya Tuhan mengutus beberapa nabi berturutan (Ya'qub, Yusuf, Musa, Harun, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Zakariya, Yahya, dll)
alih-alih mereka mentaati nabinya, bahkan ada yang membunuhnya. Kebiadaban yang sulit diceritakan dengan kata-kata.
Sejak awal pengembaraan ini sampai abad ke-19 (kira-kira 25 abad), orang
Yahudi tidak banyak diperbincangkan. Hanya tercatat bahwa mereka terbuang
dari satu daerah ke daerah lain atau terusir dari satu negara ke negara
lain, sebaliknya umat Islam mengulurkan tangan kepada mereka.
Pada akhir abad ke-19 dan seterusnya, keadaan berbalik. Perang Dunia I dan
Perang Dunia II mengubah nasib bangsa ini. Cita-cita zionisme ditunjang
dengan semangat yang tinggi oleh seluruh peserta perang, kecuali Nazi
Jerman. Dengan cara khusus, berangsur-angsur umat Yahudi bergelombang
memasuki daerah Palestina.
Komisi persetujuan Amerika-Inggris memberi rekomendasi terhadap satu
rombongan besar kaum ini untuk memasuki Palestina. Sampai pertengahan abad ke-20, dalam tempo 30 tahun, mereka yang memasuki Palestina mencapai angka 1.400.000 jiwa, hampir sama dengan jumlah penduduk asli Palestina.
Pada 1947, pemenang Perang Dunia II menghadiahkan satu negara Israel untuk orang Yahudi di Palestina. Negara ini sampai sekarang merupakan duri dalam daging bagi dunia Arab. Akibatnya, negara-negara Arab di satu pihak dan Israel di pihak lain merupakan dua kubu yang saling berhadapan. Peperangan antara dua kubu itu tidak putus-putusnya hingga kini, terhangat, ditandai dengan serbuan ke jalur Gaza yang membunuh ratusan korban tak berdosa.

Berkedok Historical Right
Gelombang imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ke Palestina itu didorong oleh
semangat zionisme pimpinan Theodor Herzl (1860-1904), mereka adalah
orang-orang yang memiliki keyakinan agama yang sangat lemah, jika tidak ada
sama sekali. Mereka melihat "keyahudian" sebagai sebuah nama ras, bukan
masyarakat beriman. Mereka mengusulkan agar orang-orang Yahudi menjadi ras terpisah dari bangsa Eropa, yang mustahil bagi mereka untuk hidup bersama dan penting artinya bagi mereka untuk membangun tanah air sendiri. Mereka tidak mengandalkan pemikiran keagamaan ketika memutuskan tanah air manakah seharusnya itu.
Herzl, sang pendiri zionisme, suatu kali memikirkan Uganda, lalu dikenal
sebagai "Uganda Plan". Sang Zionis kemudian memutuskan Palestina karena
mereka merasa mempunyai hak sejarah (historical right) atas bumi Palestina.
Tegasnya, Palestina dianggap sebagai "tanah air bersejarah bagi orang-orang
Yahudi".
Sang zionis melakukan upaya-upaya besar untuk mengajak orang-orang Yahudi lainnya menerima gagasan yang tak sesuai agama ini dan mulai berpendapat bahwa Yahudi tidak dapat hidup dengan damai dengan bangsa-bangsa lainnya, bahwa mereka adalah "ras" yang tinggi dan terpisah. Karena itu, mereka harus bergerak dan menduduki Palestina.
Logika zionisme yang nasionalis, rasis, dan kolonialis inilah yang
menginspirasi semua penjajahan dan semua peperangan. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan Timur Tengah, kecuali jika Israel meninggalkan paham zionismenya dan kembali ke agama Ibrahim. Warisan bersama tiga agama wahyu yang pro kasih sayang dan persaudaraan: Yudaisme, Nasrani dan Islam.
Dipilihnya Palestina sebagai negara zionis karena "historical right" adalah
alasan yang dicari-cari dan dipaksakan. Bukankah sejak abad ke-5 SM yahudi
di Palestina tinggal sedikit yang tersisa, karena menyebar, berlarian
mengembara ke seluruh penjuru dunia? Pantaskah bangsa yang sudah
meninggalkan tanah kelahirannya 25 abad, lalu memaksakan diri kembali ke
tanah asal dengan klaim mempunyai hak sejarah?
Lebih naif lagi jika semangat "mudik" itu harus diikuti dengan peperangan
dan membunuh penduduk asli Palestina yang sudah menempatinya ribuan tahun dan puluhan generasi.
Melihat arogansi zionisme yang rasis, kolonialis, serta tidak bermotif iman
dan damai, mestinya Israel bukanlah sekadar musuh Palestina, bukan pula
musuh negara-negara Arab, atau bukan pula musuh Islam, tetapi musuh bersama dunia semua agama yang cinta damai. Sebab, jika zionisme sekuler yang menjadi mind-set nya, tidak akan pernah bisa hidup secara damai dengan siapa pun, di mana pun, dengan agama apa pun.

Dari berbagai sumber